Tanda bahaya pada kehamilan

Tanda bahaya pada kehamilan

tanda bahaya pada kehamilanTanda bahaya pada kehamilan agar menjadi perhatian ibu sebelum tanda bahaya pada kehamilan ini terabaikan dan barakibat buruk di waktu kelak. Berikut beberapa tanda bahaya pada kehamilan yang perlu diperhatikan ibu :

1. Ibu tidak mau makan dan muntah terus

Pada masa kehamilan, kebutuhan nutrisi meningkat karena kebutuhan gizi ibu dan janin harus dipenuhi. Bila kebutuhan nutrisi ibu selama kehamilan tidak tercukupi, tidak hanya ibu hamil yang kekurangan gizi, tapi pertumbuhan janin juga dapat terhambat. Selama  hamil, ibu membutuhkan makanan yang bergizi (kekurangan gizi dapat berbahaya saat kelahiran, karena tidak cukup tenaga). Selama  proses melahirkan, ibu yang kekurangan gizi dapat mengalami luka atau kelahiran prematur. Anemia juga dapat terjadi karena tubuh kekurangan bahan penyusun darah guna mengganti darah yang hilang selama persalinan dan masa nifas. Ibu hamil yang mengalami muntah-muntah hebat (hiperemesis gravidarum), keadaan yang disebabkan oleh kurang mampunya tubuh beradaptasi akan kadar hormon yang meningkat karena adanya janin dalam kandungan. Muntah yang terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan syok karena kurangnya cairan dalam tubuh ibu.

2. Kurang darah (anemia)

Ditandai dengan pucat, lesu, lemah, pusing dan sering sakit. Anemia atau kurang darah merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Ibu hamil yang anemia tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh ibu dan janin akan nutrisi dan oksigen yang dibawa dalam darah, sehingga pertumbuhan janin terganggu. Wanita yang mengidap anemia saat melahirkan dapat mengalami syok karena kehilangan banyak darah dan dapat mengakibatkan kematian.

3. Berat badan ibu hamil tidak naik.

Selama kehamilan, ibu hamil diharapkan mengalami penambahan berat badan sedikitnya 6 kg. Ini sebagai petunjuk adanya pertumbuhan janin. Tidak adanya kenaikan berat badan yang diharapkan menunjukkan kondisi malnutrisi ibu dan mengindikasikan pertumbuhan janin yang terhambat.

4. Bengkak tangan/wajah, pusing dan kejang

Dapat merupakan tanda adanya preeklamsi, yaitu meningkatnya tekanan darah pada kehamilan. Tanda bahaya pada kehamilan ini biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu (akhir trimester 2 atau pada trimester 3) walau juga dapat dijumpai lebih awal. Preeklamsi merupakan penyumbang angka kematian ibu dan bayi yang tinggi. Sekitar 76.000 kematian ibu dan bayi pertahun di dunia disebabkan oleh preeklamsi. Preeklamsi dapat diikuti terjadinya eklamsi yaitu kejang dengan disertai peningkatan tekanan darah. Satu dari 50 wanita dan satu dari 14 bayi meninggal dunia yang disebabkan oleh eklamsi.

5. Gerakan janin berkurang atau tidak ada

Sejak usia kehamilan 5 bulan, ibu sebaiknya memantau gerakan janin. Gerakan janin diharapkan dirasakan oleh ibu 3 kali setiap jam. Jika ibu merasakan kurang dari itu, menunjukkan bayi tidak aktif, harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

6. Penyakit Ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan

Sebelum merencanakan kehamilan, seorang ibu berpenyakit jantung harus mempersiapkan diri dengan memeriksakan diri dan keadaan penyakit jantungnya pada dokter ahli jantung untuk mendapatkan pemeriksaan fisik, rekam jantung, dan penatalaksanaan lengkap. Ibu hamil dengan sakit jantung beresiko meningkat derajat penyakitnya karena pada keadaan kehamilan jantung dituntut bekerja lebih keras untuk memompa darah. Ibu hamil dengan penyakit jantung juga beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Malaria dapat mengakibatkan anemia (lihat no. 2) pada wanita hamil. Ibu hamil dengan kencing manis mempunyai kadar gula darah yang tinggi dan beresiko mengganggu fungsi metabolisme janin. Janin berkembang besar namun tidak sehat: janin yang besar beresiko mengalami komplikasi saat persalinan, dan biasanya memerlukan bantuan forsep, vakum, atau operasi caesar. Bayi yang dilahirkan sangat besar juga mempunyai kadar gula darah yang rendah, ikterik, gangguan pernafasan dan membutuhkan perawatan intensif.

7.Ketuban pecah dini

Ketuban pecah dini mempermudah terjadinya infeksi pada kandungan yang membahayakan jiwa ibu.

8. Kehamilan tidak maju

Dapat terjadi karena kontraksi yang tidak tepat, malposisi, cephalo pelvic disproportion. Kehamilan yang terhambat ini dapat mengakibatkan infeksi postpartum yang berat dan meningkatkan resiko penyakit radang panggul, kemandulan dan luka neurologis. Wanita dengan kehamilan tidak maju harus segera dirujuk ke rumah sakit.

9. Perdarahan

Perdarahan pada awal kehamilan dapat merupakan tanda keguguran. Perdarahan pada usia kehamilan 4-9 bulan dapat menunjukkan plasenta letak rendah dalam rahim dan dapat menutup jalan lahir. Perdarahan pada akhir kehamilan dapat merupakan tanda plasenta terlepas dari rahim. Perdarahan yang hebat dan terus menerus setelah melahirkan dapat menyebabkan ibu kekurangan darah dan merupakan tanda bahaya dimana ibu bersalin harus segera mendapat pertolongan yang tepat dari bidan atau dokter.

10. Demam tinggi

Dapat disebabkan karena infeksi atau penyakit lain penyebab terjadinya persalinan prematur.

Demikian Tanda bahaya pada kehamilan

Demikian informasi tanda bahaya pada kehamilan agar menjadi perhatian ibu, semoga informasi tanda bahaya pada kehamilan ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua.

( suport | obat alami hipertensi )

Tanda bahaya pada kehamilan

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>